Friday, June 21, 2013

Maulana Tak Merasa Ustad Seleb

Jakarta - Jamaaahhh...oh jamaaah. Sapaan itu menjadi ciri khas Ustad Muhammad Nur Maulana ketika berdakwah di berbagai kesempatan. Namanya meroket setelah tampil dalam program 'Islam itu Indah' di Trans TV. Meski demikian, Maulana tak merasa dirinya seperti selebriti.

"Kalau dikatakan ustad seleb, ya tergantung kita, apa itu kita ambil sebagai hinaan, pujian, atau ujian? Saya ngerasa sampai sekarang saya masih biasa-biasa saja," ujarnya ketika ditemui di lokasi syuting sinetron Kontrakan Tiga Pintu (KTP) di Studio Palem, Jakarta Selatan, Kamis (21/6/2013).

Bagi pendakwah berusia 38 tahun itu, televisi adalah media yang bisa menjangkau masyarakat luas. Dengan demikian, pesan-pesan yang ia sampaikan pun dalam sekali ceramah bisa ditonton seluruh masyarakat Indonesia.

"Jadi nggak usah ke mana-mana lagi," tambahnya.

Maulana juga tak menolak ketika ia bisa menyampaikan dakwah lewat media berbeda, misalnya menjadi bintang tamu di program hiburan televisi. Saat ditemui, Maulana tengah syuting untuk tampil di acara sitkom 'Kontakkan Tiga Pintu'

"Dalam Islam kan ada dua cara berdakwah, berupa tausiah di mimbar, dan ada berupa syiar. Itu bagaimana kita membawakan, menyiarkan dakwah. Jadi boleh bukan hanya secara formal, tapi bisa juga lewat ini 'Kontrakan Tiga pintu'," tuturnya.

Maulana adalah lulusan dari Pondok Pesantren An-Nahdah Makassar tahun 1994. Selain sebagai penceramah ia merupakan Guru Agama Islam di sekolah dasar Islam Athirah dan Pondok Pesantren An-Nahdah.

No comments:

Post a Comment